Tips Sukses Memulai Bisnis Sukses dari Nol Tanpa Modal
"Gak usah serius, judul blog-nya memang cuma clickbait kok. Ya kali mulai bisnis tanpa modal, mau dapet hadiah giveaway aja butuh usaha" 😂
__________________________________________________________________
Ngebahas terkait bisnis sepertinya menjadi topik yang sexy dan rame banget dibahas, apalagi buat para millennials dan "Gen Z". Tidak mengherankan sih, karena era globalisasi dan digitalisasi akhirnya perlahan mengubah cara berpikir orang-orang dalam berprilaku dan bertindak, salah satunya dalam hal berkarir. Mungkin kalau dulu orang-orang mikirnya lulus dari kuliah jadi PNS, aparatur negara, atau teknisi di bidang tertentu tapi sekarang menjadi businessman atau enterpreneur dianggap keren bagi beberapa pihak.
Tampak kerja para pebisnis
Tapi jangan cuma melihat cerita suksesnya semata, ayo kita cari tau lebih dalam terkait hal apa saja yang harus dilakukan ketika ingin memulai berbisnis;
1. Know your Bussines
Jangan hanya semangat menggebu-gebu di awal, ketika kita memulai bisnis kita harus tahu terlebih dahulu hingga ke akar-akarnya jenis bisnis apa yang akan kita jalani. Dan lebih dalam lagi ketika kita sudah mengetahui bisnis apa yang akan di jalankan, lakukan riset target konsumen, analisis kompetitor, serta analisa kondisi pasar saat ini. Apakah momen yang tepat bisnismu hadir?
2. Tentukan 4P + 1C (Product, Place, Price, Promotion, and Distribution)
Teori 4P + 1C mungkin sudah cukup common buat orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis maupun pemasaran. Penjalasan ringkasnya, Product merujuk pada brand bisnis kalian. Tentukan namanya apa, target konsumennya siapa, serta selling story yang ingin dibangun untuk produkmu seperti apa.
Selanjutnya Place, hal ini merujuk pada dimana barang/jasa kamu akan dijual. Jika itu produk berupa barang apakah akan dijual di pasar tradisional (general trade), pasar modern (modern trade), atau di online (e-commerce) mungkin bahkan masih di seputar ruang lingkup yang kecil di keseharian kamu (teman, keluarga, kenalan, dll). Apabila produkmu berupa jasa, apakah akan membuka outlet di lokasi tertentu atau menggunakan ruang yang sudah kamu punya? mungkin bahkan hanya berfokus secara online atau virtual? Let's decide!
Price, setelah menentukan produkmu seperti apa dengan target konsumen siapa. Maka, langkah selanjutnya adalah menentukan harga dari produk barang atau jasa kalian. Indikator atau benchmarknya apasih? Yahh, yang pasti jangan sampai produk yang kamu jual rugi. Perhitungkan biaya produksi (variable cost), biaya pengeluaran pasti perbulan (fixed cost) seperti biaya sewa, bayaran gaji karyawan, dan lainnya. *Dasarnya begini, ntar buat part njelimetnya kita bikin tulisan sendiri deh 😅.
Keempat Promotion, ini penting banget nih. Gak mungkin kan orang tiba-tiba beli barang atau pakai jasa kamu kalau belum tau produk kamu seperti apa. Jadi intinya promosi berhubungan dengan bagaimana kamu mengkomunikasikan kekuatan, fungsional, fitur, dan hal-hal positif lainnya dari produk kamu kepada target konsumen sehingga mereka akan mempertimbangkan untuk membeli/menggunakan produkmu.
Last but not least, Distribution. Ini mungkin lebih banyak merujuk pada produk barang. Bagaimana produkmu dikirimkan dan didistribusikan, konteksnya dapat langsung ke konsumen atau seller kalian.
3. Execute & Implement
Setelah jelas dengan semua plan di atas, ini hal yang gak kalah penting, jangan sampai rencana bisnis kalian hanya menjadi angan atau data plannya hanya mengerak di laptop. Memang eksekusi terkadang tidak mudah banyak faktor x yang diluar kendali kita, karena hal ini berhubungan dengan administratif, legalitas dan banyak hal kecil lainnya. Tapi tenang, di era globalisasi yang memudahkan semua pihak seperti saat ini semua ada solusinya. Pengurusan terkait virtual office, jasa pendirian PT atau CV beserta perizinannya, penyewaan ruang meeting, pendaftaraan merek atau HAKI, serta pengurusan sertifikat halal dapat dengan mudah dan cepat dilakukan di Arvahub. Di Virtual Office Jakarta - Arvahub solusi bisnis kamu terealisasi dengan biaya yang murah serta prosesnya yang mudah, lokasinya-pun terjangkau karena berada di jantung ibukota Jakarta.
4. Evaluation & Improvement
Bisnis kamu akhirnya berjalan? Jangan senang dulu, justru disinilah tantangan sebenarnya dimulai. Terus perhatikan bagaimana bisnismu berjalan, dengan plannya yang telah dibuat lakukan evaluasi rutin untuk menilai apakah sudah sesuai dengan target yang ingin dicapai.
Memulai bisnis menang hal yang mudah, dibutuhkan jiwa pantang menyerah, kesabaran, keuletan, serta kemampuan dalam bertindak melihat peluang dan situasi. Oleh karena itu, mari mantapkan hati dan mulai bisnismu sekarang!
1. Know your Bussines
Jangan hanya semangat menggebu-gebu di awal, ketika kita memulai bisnis kita harus tahu terlebih dahulu hingga ke akar-akarnya jenis bisnis apa yang akan kita jalani. Dan lebih dalam lagi ketika kita sudah mengetahui bisnis apa yang akan di jalankan, lakukan riset target konsumen, analisis kompetitor, serta analisa kondisi pasar saat ini. Apakah momen yang tepat bisnismu hadir?
2. Tentukan 4P + 1C (Product, Place, Price, Promotion, and Distribution)
Teori 4P + 1C mungkin sudah cukup common buat orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis maupun pemasaran. Penjalasan ringkasnya, Product merujuk pada brand bisnis kalian. Tentukan namanya apa, target konsumennya siapa, serta selling story yang ingin dibangun untuk produkmu seperti apa.
Selanjutnya Place, hal ini merujuk pada dimana barang/jasa kamu akan dijual. Jika itu produk berupa barang apakah akan dijual di pasar tradisional (general trade), pasar modern (modern trade), atau di online (e-commerce) mungkin bahkan masih di seputar ruang lingkup yang kecil di keseharian kamu (teman, keluarga, kenalan, dll). Apabila produkmu berupa jasa, apakah akan membuka outlet di lokasi tertentu atau menggunakan ruang yang sudah kamu punya? mungkin bahkan hanya berfokus secara online atau virtual? Let's decide!
Price, setelah menentukan produkmu seperti apa dengan target konsumen siapa. Maka, langkah selanjutnya adalah menentukan harga dari produk barang atau jasa kalian. Indikator atau benchmarknya apasih? Yahh, yang pasti jangan sampai produk yang kamu jual rugi. Perhitungkan biaya produksi (variable cost), biaya pengeluaran pasti perbulan (fixed cost) seperti biaya sewa, bayaran gaji karyawan, dan lainnya. *Dasarnya begini, ntar buat part njelimetnya kita bikin tulisan sendiri deh 😅.
Keempat Promotion, ini penting banget nih. Gak mungkin kan orang tiba-tiba beli barang atau pakai jasa kamu kalau belum tau produk kamu seperti apa. Jadi intinya promosi berhubungan dengan bagaimana kamu mengkomunikasikan kekuatan, fungsional, fitur, dan hal-hal positif lainnya dari produk kamu kepada target konsumen sehingga mereka akan mempertimbangkan untuk membeli/menggunakan produkmu.
Last but not least, Distribution. Ini mungkin lebih banyak merujuk pada produk barang. Bagaimana produkmu dikirimkan dan didistribusikan, konteksnya dapat langsung ke konsumen atau seller kalian.
3. Execute & Implement
Setelah jelas dengan semua plan di atas, ini hal yang gak kalah penting, jangan sampai rencana bisnis kalian hanya menjadi angan atau data plannya hanya mengerak di laptop. Memang eksekusi terkadang tidak mudah banyak faktor x yang diluar kendali kita, karena hal ini berhubungan dengan administratif, legalitas dan banyak hal kecil lainnya. Tapi tenang, di era globalisasi yang memudahkan semua pihak seperti saat ini semua ada solusinya. Pengurusan terkait virtual office, jasa pendirian PT atau CV beserta perizinannya, penyewaan ruang meeting, pendaftaraan merek atau HAKI, serta pengurusan sertifikat halal dapat dengan mudah dan cepat dilakukan di Arvahub. Di Virtual Office Jakarta - Arvahub solusi bisnis kamu terealisasi dengan biaya yang murah serta prosesnya yang mudah, lokasinya-pun terjangkau karena berada di jantung ibukota Jakarta.
Kantor Virtual Office Jakarta - Arvahub Menteng
4. Evaluation & Improvement
Bisnis kamu akhirnya berjalan? Jangan senang dulu, justru disinilah tantangan sebenarnya dimulai. Terus perhatikan bagaimana bisnismu berjalan, dengan plannya yang telah dibuat lakukan evaluasi rutin untuk menilai apakah sudah sesuai dengan target yang ingin dicapai.
Memulai bisnis menang hal yang mudah, dibutuhkan jiwa pantang menyerah, kesabaran, keuletan, serta kemampuan dalam bertindak melihat peluang dan situasi. Oleh karena itu, mari mantapkan hati dan mulai bisnismu sekarang!

Comments