My 2nd Story "Jangan Takut Berbagi"
Akhirnya blog ini berlanjut ke tulisan yang kedua, yang pada kepo kenapa akhirnya gw memutuskan mulai ngeblog ria mungkin bisa cek disini -> Alasan mulai nge-blog
Oke...kembali ke pokok bahasan utama, di tulisan kali ini gw mau sharing dan semoga bisa inspiring and encourage people untuk "JANGAN TAKUT BERBAGI". Berbagi dalam hal ini bukan cuma terbatas uang atau materiil yang berbentuk fisik, karena kalau menurut gw dengan mau dengerin curhatan orang aja itu bisa dibilang berbagi,
"iya... berbagi ruang di hati kita untuk orang lain" nulis sambil mesem-mesem 😍
Kenapa sih gw sok ide nulis tentang ini? membahas mengenai berbagi mungkin ada beberapa hal yang acapkali berkecamuk dalam batin kita berupa perasaan ragu, khawatir, bahkan takut ketika akan berbagi untuk orang lain atau pernah terlintas pertanyaan di benak kita "bagaimana jika apa yang kita miliki malah habis atau hilang saat kita berbagi?
Menurut gw hal di atas wajar mengingat saat ini kebaikan cukup sering disalah gunakan oleh banyak pihak. Contohnya, modus kriminalitas dengan menggunakan seseorang yang berpura-pura meminta tolong atau hal klasikal kita hadapi sehari-hari yaitu para pengamen atau pengemis.
Terkait pengemis & pengamen, memang belum ada angka research saklek-nya. Tapi diproyeksikan perhari perputaran uang hasil pengemis dan pengamen secara nasional itu menyentuh angka 2 milyar/hari. Angka yang cukup menggiurkan hingga mampu membentuk hegemoni dan kenyamanan buat beberapa pihak menggeluit profesi tersebut. Oleh karena ini, banyak juga komunitas yang menginisiasi kampanye agar tidak memberikan uang kepada mereka dan mengubah cara berbagi dengan memberi makanan atau barang. Selain itu, cukup banyak juga komunitas-komunitas yang fokus kepada masyarakat marginal mentranslatekan arti berbagi dengan memberikan bantuan berupa pendampingan, pengajaran, dan bimbingan kepada masyarakat sejenis agar dapat lebih berdaya seperti Dompet Dhuafa.
"Karena mau di kasih duit sekarung-pun kalau gak tau cara menggunakan akan percuma juga"
Malanjutkan hal di atas, bagaimana cara kita menyikapinya jika ingin tetap berbagi terutama pada masyarakat marginal dan kurang mampu? salah satunya adalah dengan berbagi secara tepat sasaran kepada pihak yang tepat.
Pihak yang tepat itu yang seperti apasih? Pihak yang tepat dalam konteks ini adalah mereka atau lembaga yang memiliki visi yang jelas dan konkret serta transparansi dalam kegiatan mereka, salah satunya adalah Dompet Dhuafa. Berdiri sejak 1994, lembaga ini memiliki visi agar terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan. Lebih lanjut kalian bisa cek programnya disini, dan jika sudah sejalan dengan visinya, bagi kalian yang berminat bisa disini
Cukup panjang juga ya tulisannya ternyata 😅
Semoga bisa bermanfaat buat kita semua.
“Tulisan ini
diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan
oleh Dompet Dhuafa”
Comments